Sukses Berbisnis Barang Preloved, Mengapa Tidak? Ikuti Langkah Ini!

Usahanya terus berkembang dan kini selain berjualan on-line melalui Facebook dan Instagram, ia juga membuka distro pakaian bekas di Pasar Kademangan. Barang bermerek seperti Uniqlo, Zara, H&M, Stussy dan merek lainnya yang sudah dikenal oleh publik dengan kondisi persen akan dijual masing-masingnya di atas Rp50 ribu. Walaupun pakaian seken, kualitas barang yang dijual Randy, bukan kualitas abal-abal dan setiap barang yang didapat harus disortir secara selektif agar layak untuk dijual. Ditemui di Bandung, Minggu, Randy mengatakan bahwa bisnisnya itu berawal dari sekedar hobi mencari barang bekas untuk dipakai sehari-hari. Dia tak menyangka jika hobinya tersebut bisa menjadi sumber mata pencaharian utamanya. Dari berbisnis baju bekas, Asyraf sebenarnya sudah mendapatkan penghasilan yang lumayan.

Anda bisa melihat-lihat barang bekas berkualitas dengan harga sangat murah. Berbagai barang bekas mulai dari peralatan sekolah, peralatan rumah tangga, keperluan olahraga, jam tangan, alat elektronik, dan keperluan lain ditawarkan di tempat ini. Pedagang di Pasar Senen bernama Jemmy mengatakan kualitas pakaian impor, walaupun bekas, jauh lebih baik dibandingkan pakaian produk dalam negeri. AKURAT.CO/Dharma WijayantoSetiap kali belanja, biasanya Nadiah menghabiskan uang sekitar Rp200 ribu untuk membeli beberapa potong pakaian. Jika dilihat dari perbandingan-perbandingan yang telah di lakukan di atas, produk lokal yang murah tidak memiliki brand, emblem yang dimiliki pun kurang kuat. Logo hanya berupa nama baju, bahkan banyak yang tanpa emblem sama sekali.

Pastikan produk yang Anda jual masih dalam kondisi bagus agar konsumen semakin tertarik untuk membeli. Namun, sejalan dengan perkembangan zaman membuat kebiasaan ini terus berkembang hingga saat ini. Beberapa period perkembangan bisnis ini mulai dari tahun 1920 pada saat krisis di Amerika, mencuatnya toko-toko thrift store di tahun 70an, hingga dengan gelombang baru pada tahun 2000an. Bisnis baju bekas pun seakan-akan enggan hilang karena memiliki jumlah pasar yang besar dan juga peminat yang terus ada.

Di sisi lain, barang-barang bekas lebih banyak diincar selama pagebluk ini karena harganya yang murah. Tentunya ini tak lepas dari ketidakpastian pendapatan masyarakat di tengah masa pandemi. Hal itulah yang membuat konsumen beralih dari produk quick style ke pakaian dan aksesoris bekas.

Bisnis pakaian bekas branded

Perbandingan ini menggunakan analisa dari berbagai media yang dipakai dan dijual masyarakat. Untuk menemukan jawaban dari pertanyaan di atas, penulis akan menerapkah langkah-langkah riset pemasaran . Dengan riset pemasaran ini, kita akan mengetahui penyebab pakaian bekas menjadi pilihan oleh anak-muda.

Sekalipun baju tersebut jenis baju bekas, namun jika ingin menetapkan harga yang lebih mahal hendaknya untuk disesuaikan dengan kualitas baju tersebut. Menentukan harga yang mahal bisa saja dilakukan, pada beberapa barang yang bermerk dan kualitas terbaik. Jika saya lihat yang berjualan didaerah ini, kelihatannya pekerjaan mereka tidak terlalu sibuk tapi selalu mendapat keuntungan. Apalagi setelah stok barang semakin banyak, artinya pembeli melihat toko kita mempunyai banyak mannequin dan banyak pilihan.

Jangan sampai kamu malah terkena penyakit mulai dari gatal-gatal sampai masalah pernafasan. Dengan meneliti dengan baik, kamu akan terhindar dari membeli barang reject yang membuatmu harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memperbaikinya. Hal ini tentu sangat sesuai kalau kamu tertarik di bisnis trend tapi kamu tidak ingin turut andil dalam kerusakan lingkungan.

Untuk harga, lebih baik coba shopping dulu dengan melihat harga barang yang masih baru. Bila harganya tidak berbeda jauh, untuk apa pengguna membeli yang bekas? Kecuali bila memang barang tersebut sudah tak dijual di toko-toko. Hal paling penting dalam berjualan adalah promosi, baik secara offline maupun online. Sementara untuk sistem on-line bisa memanfaatkan media sosial, web site atau media lainnya.