Dalbo Lagi Tren, Anak Muda Bangkitkan “nyawa” Pakaian Bekas

Harga bisa jauh berbanding dengan harga yang asli, misal ratusan ribu bisa menjadi puluhan ribu. Sejauh ini telah memiliki pelanggan dari Blitar dan luar kota hingga Jakarta dan Bandung. Sementara skala mancanegara, barang dagangannya dikenal hingga Malaysia. Sementara untuk celana jeans ada Levis, Necked and Famous, Edwin, Lee Cooper.

Namun, pengunjung juga bisa membeli berbagai macam seperti barang elektronik dan aksesoris . Barang-barang second kebanyakan didatangkan dari negara Singapura. Karena Batam berbatasan dengan Singapura, maka harga barang second di Batam menjadi murah. Pakaian bekas impor banyak dipasarkan, baik di pasar pusat kota maupun pasar rakyat. Masyarakat pun dapat dengan mudah membelinya dengan harga miring.

Bisnis pakaian bekas branded

Banyak yang enggan untuk membeli pakaian bekas karena kebersihan dan sterilitas nya tidak terjamin. Mereka takut untuk membeli pakaian bekas karena takut tertular penyakit kulit dan jamur. Memang usaha menjual pakaian bekas ini sedikit melelahkan namun untungnya menggiurkan. Kemudian keringkan dan setrika dengan menggunakan pewangi pakaian dengan harum yang tidak terlalu menyengat.

Kalau Bosquee sedang bingung mencari ide bisnis recomended saat ini, jangan lupa pertimbangkan lewatkan peluang bisnis thrift shop ini. Belakangan, penjualan produk bekas yang sedang menjadi trend bisnis ini dikenal dengan nama thrift store . Bisnis ini dinilai sangat cocok dengan gaya hidup para generasi millenials yang membeli barang secara implisit dan senang mengikuti tren.

Sebut saja seperti di Jakarta, Pasar Senen belakangan orang lebih sering menyebutnya dengan Poncol. Penyematan ini pun identik dengan barang-barang bermerek dengan harga terjangkau. Selanjutnya thrift shop merupakan pasar atau wadah yang menjual barang barang thrift pilihan untuk dijual kembali. Dia mengungkapkan, semakin lama tahun pembuatannya dan tidak banyak dijumpai, harganya semakin mahal. Dara yang pernah menempuh pendidikan di Institut Pertanian Bogor itu juga mengungkapkan, saat pandemi Covid-19, banyak masyarakat yang tidak bisa belanja ke luar negeri.

Apa lagi, tak sedikit pula baju bekas classic yang justru menjadi nilai tambah dan diburu anak muda untuk menunjang penampilan. Contoh model fast style yang kita kenal yakni seperti Uniqlo, H&M, Zara, dan Forever 21. Banyak orang Indonesia menyenangi brand-brand itu lantaran mereka menawarkan produk yang “berkelas” dengan harga cukup terjangkau dan sesuai minat pasar. Memang rasanya tidak tega ketika harga sudah sangat murah tapi tetap harus menawar. Ketika akan menjual kembali baju-baju bekas yang dibeli di Pasar Senen, maka tawarlah hingga ke titik termurah.

Meskipun namanya barang bekas, tetapi permintaan pasar untuk pakaian bekas ini cukup tinggi. Salah satu bukti dari potensi bisnis baju bekas adalah kisah Sophia Amoruso, pendiri line trend Nasty Gal. Ia memulai bisnisnya dengan menjual baju bekas yang ia dapatkan dari toko baju bekas kemudian menjualnya di eBay. Kejeliannya dalam menemukan baju berkualitas membuat usahanya itu sukses sampai akhirnya ia mendirikan line fashion sendiri.

Sementara itu, seorang pembeli barang bekas di Bukittinggi, Hari, mengatakan, hampir sebagian besar kebutuhan pakaian yang ia punya merupakan barang bekas impor. Hal ini dikarenakan, baginya memiliki barang bermerek dijamin kualitasnya. Wawan menyebutkan, dari menjual barang bekas import itu, tidak hanya mendapatkan untung dari segi materi. Tetapi, soal pengetahuan barang-barang bermerek, juga diperolehnya. Dari pengetahuannya itu, ia mampu mematok harga-harga barang bekas import kepada pelanggan.